Minggu, 30 November 2008

Kenikmatan Oral







Bener kata mbah Freud...bapak Psikologi
Bagi anak bayi..terutama bawah 1 tahun
Kenikmatan Oral adalah segalanya

Dulu zaman kuliah...taunya cuma teorinya doank..
jadinya cuma bisa ngandalain memori kita di masa kecil
Dan yang ada...cuma kata ... "Ah,masa sih... nggak segitunya kali
Atau bahkan.........
sama sekali nggak ingat masa kecil kita, especially ketika BATITA

Sekarang, begitu punya anak sendiri
Baru percaya deh...
Aza hobi banget masukkin apa aja ke mulutnya
Termasuk makanan...
My daughter is easy eater not pitchy..
Apapun masuk.....

Sabtu, 29 November 2008

Trouble di YM-ku




Huhu....YMku trouble...entah kenapa
Sudah dua bulan ini aku nggak chat via YM
Padahal punya yang lain sehat-sehat aja
Kok punyaku gk bisa ya?? Huhuuhu..

Bagi para penggemarku....
Sabar ya..
Kita berinteraksi lewat sms
or blog aja... :P

Ikhlas dan Qanaah



Kamu tuh harus belajar Qanaah
Masa ada sih orang sedang bosen berbuat baik...
Ntar yang ada, doamu didengar allah, jadi bener-bener jahat..gimana??
Itulah.."petuah bijak" dari papa ketika kami berdiskusi tadi malam

Ya..beberapa hari ini emang moodku sedang jueeeeleek sekali
ibarat cuaca..lagi susah ditebak
kelabakan kali klo BMG ngeramalin cuaca di hatiku

Makaannya ketika tadi malem setelah pulang lembur..
Aku minta waktu untuk curhat ama dia
Di tengah kelelahannya pastinya..
Setidaknya..setelah curhat..langkahku menjadi lebih ringan

Menurutnya, aku terlalu bersemengat untuk meraih ilmu yang sifatnya duniawi
Itu baik...tetapi lebih baik jika istrinya menjadi orang yang biasa saja
Tetapi bisa jadi luar biasa untuk anak dan keluarganya

Ya..si Papa memang tak sepertiku
Cara berpikirnya cenderung simpel, tidak ngoyo
Menurutnya motivasi berprestasiku terlalu tinggi
Tapi menurutku, motivasi berprestasinya itu tidak terasah karena dia cuek dengan potensinya..
Tapi..justru aku ternyata harus banyak belajar legowo, ikhlas, dan qanaah
seperti yang papa bilang

"Mungkin, sekarang kamu perlu ubah obsesimu.. jangan kebanyakan ilmu duniawi
Perbanyak ilmu akhirat yang bisa buat modal klo mati.. guyonnya padaku"

Mungkin banyak benarnya,
beberapa keinginanku belum dikabulkan allah sampai skrg
padahal mungkin ..
teman-temanku yang lain sudah..
orang dengan mudah mendapatkan apa yang diinginkan
sedangkan aku tidak...
karena aku .. memang harus lebih rajin bermunajat kepada-Nya.

Seiring dengan alunan kata yang menyejukkan darinya
Aza...juga ikut tertidur pulas
kami jadi ikutan tidur juga deh.. Met bobo papa
Tengkiyu so mat ye

Papa Offline Weekend ini



Gak seru...
papa nggak bareng-bareng kita nak weekend ini
Aza cuma bedua ama mama di rumah
hehe..atau kita ngungsi ke tempat embah

Sejak 3 hari ini papa pulang malem
ngerawat mesin-mesin di pabrik..
Sip deh.. Itu tandanya papa percaya sama mama bisa ngerawat Aza
Hingga papa fokus kesana saja..

Tapi..tetep sepi nggak ada papa
Nggak ada yang godain Aza ampe nangis
Nggak ada yang ngejitakin mama klo bobo siang

Tapi nak.. doakan papa semoga tetep semangat bekerja
Untuk dirinya,kita,keluarga dan agamanya...
Untuk nambah-nambah beli semen (hehe..kata papa bukan buat beli susu)
Buat renov rumah.. Amin

Kamis, 27 November 2008

Sedang Bosan Jadi Orang Baik ?


Jadi orang baik...
selalu penuh pengertian pada orang lain
Empati, tersenyum, dan mampu memaafkan orang lain
Senang jika melihat teman senang, tolong menolong..
Aku bisa dan bahkan sering seperti itu

Jadi orang jahat
senang ngeliat orang lain menderita, curang
tidak peka, masa bodo, pendendam, jutek, pemfitnah
licik, culas,.........
Aku nggak sanggup kayak gitu, tapi..

Ya Rob.. Maafkan hamba..
Mengapa tiba-tiba rasa ini ada
kenapa terkadang aku ingin merasakan jadi jahat
dengan sesekali berbuat jahat..toh banyak orang mendapatkan keinginannya
sekali lagi..kudapat jawabannya bahwa aku tidak bisa

Berbuat baik bukan untuk diperhatikan
Rezeki memang sudah ada yang ngatur..kata orangtua zaman dulu-sekarang
Tapi rezeki itu harus dicari bukan ditunggu
Manusiawi jika aku rindu diperhatikan
bukan orang dan kaum itu saja

Aku sudah mencari rezekiku
Memperjuangkannya, mempertahankannya bahkan meningkatkannya
Memotivatasi orang adalah tugasku..
Tapi aku sendiri.....apakah mereka lupa
bahwa siapa yang memotivasiku.. siapa yang menggelontorkan semangat baru buatku?

Aku juga butuh perhatian, semangat dan dukungan
tenaga dan ilmu diperas..otodidakk diandalkan..
sekali lagi.. aku hanya murid dan anak kecil .. yang sebenarnya meminta
perhatian dari guru-guru tersayang

Minggu, 23 November 2008

Kesimpulan = Semua berhak mencoba



Hai.. kali ini aku ingin mencurahkan uneg-unegku yang sekitar 2 minggu ini bersemayam di hatiku. Sebuah masalah yang sebenarnya tidak dapat dijadikan masalah, karena sebenarnya aku sudah tau jawabannya. Hal ini menjadi masalah, ketika aku merefleksikan kembali ketika pulang ke rumah, kuselami lagi ketika istirahat, kudiskusikan bersama seorang rekan kerja dan suamiku.. dan hasilnya adalah.. aku mendapat pembelajaran berharga dari masalah ini.

Berawal dari ditunjuknya diriku sebagai orang yang mengurusi lomba-lomba yang masuk sekolah, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan diri. Tugas ini sebenarnya bukan tugas pertama yang diberikan kepada diriku, tetapi kejadian unik pertama yang menghampiriku kali ini. Diadakannya sebuah event di kota kami, Bontang tercinta, yaitu pemilihan yang berbau duta-dutaan. Aku sengaja tidak menyebut apa evennya, karena banyak sekali even di Bontang. Tapi yang jelas, event ini menginginkan output yang notabene tidak instan, sehingga diperlukan input yang selektif juga. Panitia menginginkan input yang berprestasi, luwes dalam organisasi, fotogenik, dan kriteria tambahan lainnya.

Bingo... bagiku.. karena udah sering main bareng "PAHA" n menggeluti dunia entertaiment walaupun gk expert lho.. lahan seperti ini bukan hal sulit. Dengan semangat, kupersiapkanlah kandidat siswa yang berpotensi. Event itu kusampaikan dengan 2 cara : satu, kuumumkan kepada semua siswa, bagi yang berminat bisa menghubungiku, dua.. aku adakan personal attachement bagi siswa yang berpotensi agar mau mengikuti ajang ini. Okey..sampai disini semua berjalan lancar

5 days before latest day.. seorang siswa masuk ke ruanganku untuk minta formulir pendaftaran.. oo..ooo... sebagai seorang yang sedikit tahu dunia entertain.. sebenarnya agak susah untuk profilnya bisa masuk jajaran qualified.. (jahat memang, karena di dunia entertain memang hukum itulah yang berlaku).. Namun hati nurani (ciee..) sebagai seorang guru dan bergelut dengan dunia psikologi, hal ini sangatlah jelas jawabannya. BAHWA SEMUA ORANG ITU UNIK & ISTIMEWA. Jujur..100 jujur.. saat dia bertanya padaku ttg hal itu pertama kali, aku sebenarnya hanya menjawab sekenanya saja.. Karena itu tadi..terjadi dualisme pemikiran dalam diriku.

Ketika sampai di rumah.. setelah bermain bersama anakku, mandi, dan merileks-kan diri..aku benar-benar mearsa bersalah dengan kejadian tadi. Tidak seharusnya kujawab pertanyaan-nya sekenanya. AKu selami lebih lama lagi, ternyata malam itu aku semakin yakin bahwa kejadian ini tidak akan terulang lagi. Aku tidak akan memberi perlakuan yang berbeda untuk siapapun yang berani mencoba. Tanpa pikir lama, khubungi nomer hp anak itu, kujelaskan padanya bahwa persayaratannya seperti ini.. dan akhirnya PLONG!!

Keesokan harinya, kubimbing dia untuk mempersiapkan semuanya, mulai dari berkas, pemilihan foto, dan seterusnya. Tentunya dengan sabar, karena anak ini benar-benar memuali dari nol.. kurang PD, suka gigitin kuku, dst. Kukikis rasa pilih-pilih dalam hatiku..AKU marah sekali jika rasa itu muncul!! STOP.. NO PARKING AREA FOR THIS FEELING!!!

Naluri sebagai pendidik lebih penting, meningkatkan potensi diri seorang anak yang dalam kesehariannya terkenal tidak PD lebih penting daripada masalah dapet juara/tidak. Nilai plus yang kudapat darinya adalah kepercayaan dirinya yang cukup besar untuk membuktikan kepada teman-temannya, bahwa dia tidak seperti yang diolokkan temannya, dia bisa berbuat sesuatu, dan dia bukan kaum minoritas. Ketika teman-temannya berpikir bahwa ajang ini hanya untuk yang cantik or pinter saja, ternyata dia mampu dan berani menerobos stigma ini. Dia sadar..walaupun beberapa teman-temannya ada yang mengomentari, "ngaca donk, kepedan banget sih, aku yang cantik aja nggak ikut daftar, dll".. dia tetap maju. Justru teman-temannya itu yang gk asikk..berkutat dengan stigma lama yang gk bener, punya modal cantik tapi gk berani daftar, punya modal kemampuan tapi gk pd buat berkembang.

Akhirnya...terkirim juga berkas anak itu... permasalahan nantinya dapat juara atau tidak..itu soal belakangan.. yang penting :
Bagi dia : AKu sama dengan teman-temanku, punya kesempatan untuk mecoba semua hal.
Bagiku : Seorang pendidik itu tidak mengenal kasta, golongan, cantik/jelek, dll.. semua punya hak untuk mecoba..Oh..pengalaman ini semoga semakin mendewasakan aku
Bagi semua orang : Jangan takut untuk mecoba.. jangan keburu gk PD dengan keaadan kamu, jangan terlalu asik mengomentari hal milik orang lain (karena kamu sering kali tidak sadar bahawa dirimu itu sepsial)

Jumat, 21 November 2008

Pudarnya Pesona Cleopatra


Kali ini saya hanya ingin sedikit beropini, tidak ingin mengkritik seperti kritikus, tidak ingin berkomentar semengoceh komentator, mengenai buku yang merupakan cikal bakal novel Ayat-ayat Cinta. Karena, mungkin sebagian besar fansnya karya-karya tulis Kang Abik sudah tamat membaca 2 novel pendek yang tergabung dalam satu buku ini. Dan ada keraguan dalam diri saya untuk menceritakannya kembali dengan versi sendiri, alih-alih takut mengurangi daya psikologis yang dipancarkan oleh novel ini.

Sub judul yang dipakai oleh Kang Abik pada novelnya kali ini : Novel Psikologi Islami Pembangun Jiwa. Tidak terpikirkan sebelumnya, cara yang bagaimana yang akan digunakan oleh penulis dalam membangun jiwa pembacanya. Untuk novel pertama, Pudarnya Pesona Cleopatra, sebagai seorang melankolis yang suka beranalisis, saya menyikapinya seperti ini : Pembaca dibuat untuk menyelami perannya sebagai tokoh utama. Kemudian, tokoh utama digambarkan sebagai seorang lelaki yang mendewakan kecantikan di atas segala-galanya. Bagi kaum Hawa mungkin daya psikologisnya kurang menancap, tapi tidak bagi kaum Adam. Dan sepertinya (bahkan hampir pasti), itu lah yang ada di dalam setiap hati kecil seorang laki-laki. Pria mana yang tidak menginginkan istri yang cantik? Walaupun mungkin sebagian besar dari kita tidak memprioritaskan kecantikan sebagai prioritas nomor satu, tapi nomor nol. Pesan yang disampaikan oleh Habiburrahman sangat to the point. Bahkan salah satunya tertulis dengan sangat jelas :

“Padahal di zaman edan seperti ini mencari perempuan salehah lebih sulit daripada mencari perempuan cantik.” Terang Pak Susilo.

Tidak percaya? Pergilah ke mall-mall di mana pun di Jakarta atau kota-kota besar lainnya. Niscaya bukan hanya gadis seperti Mona Zaki (yang diceritakan dalam mimpi sebagai keponakan Cleopatra) saja yang bisa ditemui, mungkin kita berpikir wanita-wanita yang kita temui di sana adalah wanita-wanita keturunan ke sekian dari Cleopatra yang terdampar di Indonesia. Yah, keturunan Cleopatra yang nyasar ke Jakarta, Bandung, Ambon, dll. yang tersebar di negeri ini. Semoga para pembaca dapat mengambil hikmah dari cerita ini. Mencari wanita salehah adalah prioritas, karena dialah yang akan membawa suaminya berbahagia dunia-akhirat. Yup, semoga dapat saya lakukan juga. Tapi kalau bisa yang cantik juga, yah, minimal kayak Raihana lah.. (teteup)

Untuk novel singkatnya yang kedua, Setetes Embun Cinta Niyala, saya pikir lebih cocok ditujukan untuk akhwat. Mengapa? Karena saya tidak dapat begitu memahami apa yang dirasakan Niyala sebagai tokoh sentral. Saya justru melihatnya secara global, bahwa yang perlu kita lakukan dalam posisi sulit adalah tetap bertawakal kepada-Nya.