Senin, 06 April 2009

Gempuran Kerusakan Mental Yang Bertubi-Tubi

Jamuan makan malam bersama ibu-ibu direksi PT. Pupuk Kaltim weekend kemaren sangat berbekas bagiku. Bagaimana tidak, karyawati biasa sepertiku saja dapat undangan buat bertatap muka langsung dengan bu dirut plus tamunya yang seorang psikolog bernama Bu ELLY RISMAN.. beliau praktisi senior di bidang remaja dari YAYASAN BUAH HATI.

Kedatangan beliau ke BOntang, sebenarnya untuk memberi sesi materi "KOMUNIKASI DENGAN PASANGAN DALAM KEHIDUPAN RUMAH TANGGA" keesokan harinya...tapi karena beliau sangat tidak pelit ilmu...kami-kami yang malam itu hadir disitu (tidak terlalu banyak tamu undangannya, sekitar 25 orang)..diberi bonus materi mengenai REMAJA.

3,5 tahun lamanya..aku menangani anak remaja usia SMP.. jadi materi yang beliau sampaikan sangat tidak asing buatku. 6 bln ini aku rotasi ke SMA, sehingga letupan-letupan kasus yang terjadi tidak se-ekstrim dan sebanyak di SMP (usia puber)..

Materi yang diberikan bu Elly semakin menambah wawasanku dan bberapa kali mengagetkanku..karena luar biasa!!!!!!!... arus perputaran tayangan porno itu, sasaran tembaknya adalah anak-anak usia SD kelas 2. Beliau mengadakan riset bertahun-tahun mengenai hal ini. Beliau sampai harus bolak-balik keluar negeri, bolak balik ke gedung DPR untuk memperjuangkan batasan tayangan untuk anak, SA'I ke Badan sensor film, dll... yang intinya adalah "KERUSAKAN SISTEM TONTONAN DI NEGARA KITA"

Jangan heran jika usia SMA, SMP atau bahkan SD...atau jgn-jangan TK (audzubillahimindhalik)...anak-anak sudah "ketagihan" model bacaan, tontontan, atau mengeluarkan perkataan yang tidak seharusnya keluar dari bibirnya. Beliau pernah menjumpai anak SD menanykan "bagaimana cara papa "memuaskan" mama?, bagaimana caranya membuat anak, dan kata-kata lain yang maaf tidak pantas untuk saya tulis.... Apakah kata-kata tersebut wajar dikatakan oleh anak kelas 2 SD.

Apakah penyebabnya????? YA... gempuran bacaan-tontonan yang sudah dijadikan sindikat atau semacam konspirasi sistematis bisnis internasional. DAN INDONESIA sasaran empuk buat para target. Ada dana sekitar 200 miliar yang disiapkan oleh MEREKA.. bandingkan saja dengan dana RUU anti pronografi yang hanya 2 miliar disiapkan pemerintah?? HAYO SIAPA YANG TIDAK TERGIUR!!!

Sindikat internasional ini sebenarnya target utamanya adalah masalah narkoba...tapi narkoba itu kan gampang digeledahnya (cepet ketahuan)..Oleh karena itu mereka membelokkan jalurnya ke pangsa yang lain yang lebih halus...yang ujung-ujungnya nyambung ke narkoba juga. Dalam setahun, bisa 2 x mereka rapat.. itupun canggih.. melibatkan berbagai ahli...ada neurolog, psikolog,sosiolo, ahli informatika, warung makanan waralaba terkenal, klub olahraga terkenal, dll.....intinya mereka menyamarkan misi untuk meraih goal utama mereka.

Target bisnis pornografi mereka :
1. Sasaran tembak utama : anak-anak yang belum baligh
2. Anak dan remaja kita mempunyai mental model porno = perpustakaan porno
3. Kerusakan otak permanen : Visual Crack Cocain (Mark B.Kastleman,Lifebal@net.id)

Komik, tontonan yang dipuja banyak anak-anak Indonesiaaaaaa........orangtuanya pun mengijinkan membaca (tanyakan,apakah ortu pernah mencoba membaca dan tahu bacaan apa yang mereka berikan pada anak mereka)........justru MENYESATKAN BUAH HATI... Jangan heran jika Indonesia kita tercinta ini dinyatakan sebagai Negara Penjual Gambar Telanjang Terbesar. Gimana tidak.......orangtua berbondong-bondong mengizinkan anak baca komik tanpa seleksi, orangtua ngasih HP keluaran tercanggih (padahal...hp dipake apaan sama anak??), LAPTOP or INTERNET ditaruh didalam kamar anak..pintu kamar dikunci...OURGH...!!!!! PARAH!!!

Ini adalah kumpulan komik yang sering dibaca anak.......tapi juga banyak muatan tidak baiknya untuk anak............. CEK...apakah PARA ORTU membaebaskan anaknya membaca ini :

1. NARUTO


2. Nakayobi
3. Detektif Conan (ups...saya juga senang komik ini...tapi untuk anakku, aku rela nggak baca CONAN lagi...)
4. Nube
5. Ranma 1/2
6. One Piece
7. Sinchan (cek........edisi sinchan ke... halaman ... ada adegan papa dan mama sedang .....dan SInchan melihatnya...OOOOOO..sungguh tidak pantas)..!!!

Cek.....berapa banyak orang mengkoleksi minaitur naruto, anak-anak pake kaos naruto, sinchan, orangtua membelikan untuk koleksi komik anak....

Film favorit anak..berdasarkan hasil survey di 12 kota di Indonesia untuk usia SD :

1. NARUTO (...hm...lagi..)
2. AVATAR
3. ONe PIECE

Ketiga film ini juga tidak layak untuk ditonton...
Perhatikan baik-baik.di setiap iklan film NARUTO...terselip iklan yang itu-tuh KETIK REG SPASI CINTA (iklan dibuat model komi, tapi baju agak seksi)...SIAPA YANG JAMIN ANAK SD YANG POLOS-POLOS BAHKAN ANAK TK YANG UDAH PADA CANGGIH PAKE HP..nggak bakalan kirim SMS ke nomor itu!!

Games..........ini games yang merusak mental anak-anak....... apakah ini anda mainkan juga :

1. GTA (Grand Theft Auto)..ngajarin anak buat nembak POLISI



2. SIMS I dan II (liat aja gambarnya...apa cocok buat anak-anak)
3. Playboy
4. GTA Vice City
5. Ragnarok
6. Smackdown
7. Hm...lagi-lagi NARUTO

Btw..udah pernah buka website naruto.........hm....gk sehat untuk perkembangan anak!!

Berapa banyak lagu-lagu yang juga liriknya nggak karu-karuan :

1. Pengen Gituan : Kungpow Chicken............NGGAK MUTU ABIs LAGU n LIRIKNYA
2. Teman Tapi Mesra-nya : RAtu....... simpel memang..tapi liriknya bikin anak-anak beranggapan...temenan aja gpp kok atau jangan-jangan nggak nikah juga gpp...
3. DLL

Sinetron n film Indonesia yang judul n isinya juga gk karu-karuan :
1. Nge-sex bareng
2. ML = cintaku selamanya (cuma diganti judul doank..biar lolos sensor...)
3. Buruan cium gue...
4. Anda puas saya senang
5. dll........semua artisnya berdalih....cuma film kok..profesional aja.....
mereka nggak mikir kemungkinan tontonan mereka diliat ANAK KECIL!!!!!

MAsih banyak cerita lagi sih.....cuma jadi dilematis aja.....ngasih info terlalu banyak...blog juga diakses banyak usia..(takut bikin yang baca blog jadi penasaran juga buat maen atau beli komiknya)......tapi klo gk ditulis...ini info yang sayang untuk dilewatkan bagi para orangtua......

GIla...jadi orangtua buat anak-anak kita nanti.......ujiannya berat...... tapi ini memang resiko menajdi orangtua. Anak itu anugrah dan amanah buat kita. MAri kita sama-sama belajar untuk menjadikan anak kita generasi yang tangguh untuk dunia akhirat. AMIN

8 Comments:

mommy-azki said...

Sepertinya semua berjalan dengan berkedok demokrasi, kebebasan pendapat.

Menyedihkan ya..

Aku juga heran bu, kenapa remaja2 kita gampang banget kalo diajak ke dunia hiburan daripada capek belajar buat olimpiade atau masuk klub olahraga.

Mungkin karena apresiasi untuk orang2 berprestasi macam gini sangat minim.

Whew..i'm speechless

ilhamsyah metharani said...

maaf mbak, mungkin gila, tapi aq ga setuju dengan apa yang disampaikan oleh pembicara tersebut.

mungkin kapan2 kita bisa berdiskusi panjang lebar tentang hal ini, tetapi untuk singkatnya, ini yg mau aq sampaikan :

1. hentikan memberikan pengetahuan paranoid kepada orangtua, sebab yg akan terjadi nanti hanya akan mengekang si anak dalam mengeksplorasi dunianya. pengawasan ortu n guru itu selalu diperlukan tetapi bukan berarti dengan menjadi paranoid seperti itu.

2. berhenti selalu menyalahkan media! media2 tersebut kebanyakan dari luar negeri. di luar negeri, sistem yang digunakan adalah sistem RATING, dan tidak selalu bergantung pada SENSOR. sistem SENSOR yang diterapkan di negeri ini amatlah konyol, karena tujuannya adalah membuat suatu media yang seharusnya utk kalangan tertentu menjadi BISA DINIKMATI OLEH SEMUA KALANGAN. tentu saja ini adalah hal yang konyol. di luar negeri, sistem rating diberlakukan, dan hukum yang berlaku juga dijalankan dengan tegas. anak2 hingga remaja awal amat dilarang untuk mengkonsumsi hal2 yang tidak sesuai dengan rating usianya atau tindakan hukum tegas siap untuk menindak para pelakunya tanpa ampun.

3. para pembicara tsb seringkali terlalu cepat menghakimi, sehingga akan akibatnya akan langsung merembet pada pihak2 yang tidak bermaksud jahat, dikarenakan ulasannya yang tidak secara langsung mengulas konteks dan multitafsir

4. bwt mbak mommy-azki, olahraga dan olimpiade hanyalah buat orang2 yang memiliki kapabilitas untuk itu. jangan melupakan kalau tiap2 individu ada dengan kemampuannya yang beragam. biasanya anak yang tidak mampu berkiprah di olahraga dan pelajaran sekolah, amat berbakat di bidang seni. sementara bidang seni/non-eksakta sendiri sering dianggap sebagai hal sekunder, tidak menguntungkan, dan lain sebagainya. padahal bidang seni memacu individu untuk selalu kreatif termasuk ketika ia memecahkan masalah secara umum. akibatnya, adalah banyaknya karya2 contekan di negeri kita, karena usaha kreativitas lebih berujung untuk dihargai lewat materi yang diperoleh ketimbang proses kreatif yang mendahuluinya.

itu dulu aja mbak. aq ngetik ini sampe ngos2an saking semangatnya n emosinya weheheheheh^^

ilhamsyah metharani said...

mengenai naruto, n cerita2 action lainnya. skrg aq mau meminta mbaknya membayangkan, bukan dari perspektif ortu, tp dari perspektif si anak :

contoh kasus: naruto

anak memandang : cerita ini keren, karena terdapat banyak aksi, cerita yang mudah dipahami (walaupun pd dasarnya rumit karena cerita ini berisi banyak WAWASAN TENTANG BUDAYA NINJA DI JEPANG DAN TELAH MELEWATI STUDI BUDAYA YANG CUKUP INTENS oleh kreatornya), tokoh2 yang dari segi tampilan fisik dan aksi cukup menarik, dan membawa imajinasi mereka sebagai pahlawan.

NAH!! sekarang aq menantang diriku sendiri dan juga orang lain trmasuk mbak trully. mampukah kita membuat suatu kisah, cerita, lengkap dengan karakter2nya, atau program lain yang serupa, yang kental dengan nilai edukasi tetapi tetap menyenangkan dan menarik bagi anak/remaja, serta tidak membosankan atau menggurui, dan bersifat universal (tidak terpaku berdasarkan nilai2 satu golongan tertentu saja)? :):)

True-Lee .... said...

thanks a lot bwt ilham :)

postingan x ini memang pyur dari ibu narasumber...tentu isinya bisa pro dan kontra.

berbicara mengenai pembicara..aku agak susah deskripsikannya..tapi yg jelas aku yakin beliau sudah banyak pengalamannya, beliau sudah cukup berumur, sudah banyak penelitiannya. Nanti mungkin bisa cari profil ttg beliau.

Jujur..aku sebagai penggemar komik detektif conan.. n bbrp x baca naruto..juga seakan-akan nggak rela, komik bacaan kita masuk unrecomended buat anak-anak. Dan aku juga menyatakan Tidak Mampu membuat penokohan atau karya seperti ini.

Tapi ham..memang segala sesuatu memang ada plus minusnya. Yang mungkin selama ini kita tahu sisi positif atau negatifnya.. atau bahkan ada orang yang sudah menyadari 22nya. Mungkin dengan informasi ibu tadi...beliau jadi semakin membukakan pandangan kita. Minimal untuk informasi pengasuhan anak."memilah-milih bacaan dan tontonan yang baik".

Ya...aku setuju denganmu memang banyak hal yang bisa digali dari komik, misalnya cara penulis menggali cerita, pemilihan karakter, pengembangan tokoh, seni menggambar, karikatur, kreatifitas menciptakan tokoh, dll... Tapi..dengan info tadi, kita jadi taua ada sisi lain dari yang positif itu.

sekarang bagaimana masing-masing pembaca bebas mensikapi tulisan setiap orang, wacana dan informasi yang diberikan.

Menurutku..pengawasan orangtua sangat penting (orang tua perlu tau perkembangan terkini mslh teknologi dan informasi..tapi jangan terlalu parno dgn fenomena yang ada...tetapi waspada dan preventif..bukan anaknya jadi nggak boleh ngapa2in... dan kekuatan sENSOR yang bener-bener sensor kuat dari pemerintah.. cari reinforcement negatif or positif yang sesuai antara tindakan yang dilakukan.

keep in touch ya ham.... thanks 4 ur nice comment

ilhamsyah metharani said...

menurutku, masa ketika orangtua hanya mengawasi saja sudah tidak "valid" lagi. orangtua juga harus memahami media apa yang dikonsumsi anak2 mereka. memahami disini, bukan berati hanya memandang secara sekilas, dan melakukan quick-judging. tetapi juga mengajak anak2 mereka untuk berdiskusi secara terbuka tentang apa yang baru saja ia terima melalui media tersebut. dengan demikian, anak menjadi tidak tertutup dan melarikan diri mencari informasi sendiri yang bisa jadi fatal karena pemahaman mereka yang belum memadai.

seharusnya orangtua bersyukur ketika anak mereka bertanya langsung kepada mereka mengenai hal2 seperti seksualitas. daripada si anak malah bertanya pada orang yang tidak bertanggung jawab atau mencari sendiri di internet yang amat pasif dan bisa salah dipahami anak.

dari sisi sebagai peneliti (maksudku si IBU PEMBICARA tsb *mengatakan ini dengan nada sinis wkwkwk*), jangan cuma mengulasnya hanya lewat teori2 psikologi dan fakta2 penelitian.tetapi juga harus memandang dari sisi budaya, konteks media, dan detail penelitian tsb.. sepanjang yang aku tau, temen2 di psikologi UGM yang meneliti pengaruh media pada anak, kebanyakan menemukan hasil hubungan yang tidak signifikan, meskipun juga mengatakan bahwa potensi pengaruh secara langsung itu ada. hasil2 penelitian ini, dengan kata lain mengatakan, bahwa peran orangtua dan keluarga dalam internalisasi media pada anak lebih vital, daripada si media itu sendiri ;p

True-Lee .... said...

generally, aku setuju dengan apa yang dikatan ilham........

Klo mbak sih melihatnya..beliau sepertinya sudah melakukan kajian telaah mendalam..mungkin pada saat malam itu, kurang waktu mungkin (cuma 1,5 jam bo)..
dan mungkin secara psikologis..beliau mungkin juga sudah melalui banyak kejadian-kejadian yang berkaitan.

hm..mungkin klo ibu elly risman datang lagi ke bontang, kita ajak kodar aja..biar kita bisa lebih kenal luar dalam n banyak sharing lagi ttg penelitiannya.

Lara Shane said...

boleh tuh GTA!

hehehe,, tergantung sih yang mainin game ini..

kalo kayak aku yah bu,, paling seneng,, coz pelampiasan kekejaman hidup yah di games ajja

My Page said...

yang bodoh itu orang tuanya....
jujur saya kemarin sempat jengkel karena animasi ONE PIECE di cekal dengan alasan porno grafi buat anak2

padahal one piece itu buat remaja bukan buat anak2,,

kayanya hanya di indonesia saja FIlm kartun dan animasi di jadikan tontonan anak2,padahal di luar justru penggemarnya para remaja...


huh..jadi malu nih..dengan negara ku sendiri,,,,

Ralat :
saya bangga dengan indonesia tapi malu dengan orang2nya....

payah....

peace